Cast :
Kang Joon Sae
Han Tae Hee
Yoo Min Hyung
by: Chardina
Bagi Minhyung,
rumah itu memiliki banyak kenangan, dan seolah memutar kembali waktu disaat
pertama kali ia datang kerumah itu sebagai anak dari keluarga Yoo Hyun Jae,
salah seorang pengusaha sukses di Korea. Mereka mengganti nama Kang menjadi Yoo
untuk memperjelas dari keluarga mana gadis itu berasal.
Sudah
hampir 20 tahun, tuan Yoo dan istrinya belum dikaruniai seorang anak. Kemudian
5 tahun lalu, saat Minhyung berusia 15 tahun memutuskan untuk mengadopsi
Minhyung yang saat itu telah ditinggal oleh kedua ornag tuanya karena sebuah
kecelakaan, dan pada saat itu Minhyung duduk sendiri menangis dalam pemakanan
kedua orang tuanya yang merupakan salah satu rekan kerja Yoo Hyun Jae ayah
angkatnya.
Kebetulan
mereka sudah sangat mendambakan seorang anak, Minhyung datang dan berharap bisa
memberi kebahagiaan pada mereka yang semakin hari semakin menua. Dengan
kepribadian Minhyung yang ceria, membuat hari-hari mereka terasa berwarna,
Minhyung selalu membawa kebahagiaan buat mereka.
Kini
gadis itu sudah beranjak dewasa, usianya sudah menginjak 20 tahun membuat kedua
orang tua angkatnya itu sedikit khawatir, karena ini masa dimana Minhyung
menyukai seorang pemuda. Mereka takut kalau putri kesayangannya itu akan bertemu
pemuda yang salah.
“Minhyung-ah…”
ucap ibu seraya memeluk manja putri kecilnya itu.
“Ne,
Eomma,” Minhyung sedang asyik membaca novel.
“Emm..
ibu tidak pernah mendengarmu bercerita tentang siapa pemuda yang kau sukai?”
“mwo?
hahaha.. Kenapa ibu tiba-tiba menanyakan itu? apa kau ingin aku cepat-cepat
menikah, lalu pergi dari rumah ini?”
“Kau
ini bicara apa? ibu hanya penasaran, pemuda seperti apa yang kau sukai? Apakah
yang bertubuh tinggi seperti aktor Lee Minho, atau berwajah imut seperti Yoon
Si Yoon? Ayolah Minhyung, ibu merasa iri saat teman-teman ibu menceritakan
kekasih dari anak mereka yang setiap malam minggu datang untuk mengajak anak
mereka berkencan.”
“Hahahah
ibu kau ini lucu sekali, aku tidak memiliki kriteria khusus, yang aku cari
hanya pemuda yang benar-benar menyayangiku, dan mau menerimaku apa adanya. Itu
saja,”
“Haahh..
rupanya kau sudah semakin dewasa.” Ibu mencium pipi Minhyung lembut.
Dikamar,
Minhyung duduk didepan jendelanya yang terbuka, dilihatnya langit yang malam itu
penuh dengan bintang dan cahaya rembulan. Mendengar perkataan ibunya tadi
membuat gadis berambut panjang itu berpikir untuk memiliki kekasih. Malam itu
ia membayangkan, siapakah yang akan menjadi kekasihnya kelak, apakah dia dari
keluarga berada atau hanya anak dari seorang penjual jajangmyeon, apakah dia
seorang pemuda yang tampan ataukah pemuda yang berpenampilan sederhana tapi
mampu membuatnya jatuh cinta.
Selama
20 tahun, Minhyung belum pernah merasakan yang namanya jatuh cinta. Kadang ia
sering menjadi bahan perbincangan teman-temannya sekelas, karena hanya Minhyung
yang tidak pernah pacaran selama hidupnya. Tapi itu tidak jadi masalah bagi
gadis berlesung pipi ini, itu masalah kesiapan, sebuah hubungan akan terjalin
indah saat keduanya saling jatuh cinta bukan karena alasan lain.
Keesokan
paginya, ibu Minhyung sedang sibuk didapur, sepertinya ia memasak banyak
makanan hari ini.
“eomma,
kenapa memasak sebanyak ini? apakah hari ini akan ada saudara kita yang datang
berkunjung?” tanya Minhyung bingung.
“Minhyung,
bolehkah ibu minta tolong antarkan makanan-makanan ini ke
rumah tetangga kita yang baru,”
“tetangga
baru?”
“iya,
mereka tinggal tepat disebelah rumah kita, kau mau kan?”
“ne eomma.”
To be continou....